Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad (570/571 - 632 Masehi) adalah pembawa ajaran Islam, dan Rasul
Allah yang terakhir. Menurut biografi tradisional Muslimnya (dalam bahasa Arab disebut sirah), Muhammad diperkirakan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Mekkah ("Makkah") dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah.
Michael H. Hart, dalam bukunya The 100, menetapkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal agama maupun hal
duniawi. Dia memimpin bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju yang bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi di medan pertempuran.

Para penulis sirah Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir di Tahun Gajah,
yaitu tahun 570 M. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab,
suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari
pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal
dalam perjalanan dagang di Yatsrib (skarang Madinah), ketika Muhammad masih dalam
kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak
perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.
Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke
Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya.
Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah
meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana.
Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib.
Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia
diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani
pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina).
Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan
Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah,
sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad,
menyatakan bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni
percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal atau (2 Agustus 570M).
Berkenalan dengan Khadijah
Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang
dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk
menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum
dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad
menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan secepatnya tentang kejujuran dan sifat
dapat dipercaya Muhammad dalam membawa bisnis perdagangan telah meluas,
membuatnya dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk
Mekkah.
http://ekosuwono.wordpress.com/
Seseorang yang telah mendengar tentang anak muda yang sangat dipercaya dengan
adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status
tinggi di suku Arab dan Khadijah sering pula mengirim barang dagangan ke berbagai
pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuatnya terpesona sehingga
membuat Khadijah memintanya untuk membawa serta barang-barang dagangannya
dalam perdagangan. Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan
Khadijah sangat terkesan dengan sekembalinya Muhammad dengan keuntungan yang
lebih dari biasanya.
Akhirnya, Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah kemudian mereka menikah. Pada
saat itu Muhammad berusia 25 tahun sedangkan Khadijah mendekati umur 40 tahun,
tetapi ia masih memiliki kecantikan yang menawan. Perbedaan umur yang sangat jauh
dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah, tidak menjadi halangan bagi mereka,
karena pada saat itu suku Quraisy memiliki adat dan budaya yang lebih menekankan
perkawinan dengan gadis ketimbang janda. Walaupun harta kekayaan mereka semakin
bertambah, Muhammad tetap sebagai orang yang memiliki gaya hidup sederhana, ia lebih
memilih untuk mendistribusikan keuangannya kepada hal-hal yang lebih penting.
Memperoleh Gelar
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam
perbaikan Ka'bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan
Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifatsifatnya
yang terpuji. Kaumnya sangat mencintai beliau, hingga akhirnya beliau
memperoleh gelar Al-Amin yang artinya Orang yang dapat Dipercaya.
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia
hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia
menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi
penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan
yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman
keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang
memiliki arti Yang Benar.
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan
kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke
Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian
dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan
sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut
dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya
memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika Muhammad
sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya
dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, "Saya
http://ekosuwono.wordpress.com/
tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca,
tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah,
yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) ”
Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40
tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan
bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan
berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa
ketakutan dan cemas Muhammad pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk
menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian.
Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri.
Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi
saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang
nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami
Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang
nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah
datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan
memusuhi dan melawannya.
Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu
tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan
dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurān (bacaan). Kebanyakan
ayat-ayatnya mempunyai arti yang jelas, sedangkan sebagiannya diterjemahkan dan
dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebagian ayat-ayat adapula yang diterjemahkan
oleh Muhammad sendiri melalui percakapan, tindakan dan persetujuannya, yang terkenal
dengan nama As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah digabungkan bersama merupakan
panduan dan cara hidup bagi "mereka yang menyerahkan diri kepada Allah", yaitu
penganut agama Islam.
Mendapatkan Pengikut
Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada
teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini
ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam,
antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613,
Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa
Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin
Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela
Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-
Awwalun.
http://ekosuwono.wordpress.com/
Akibat halangan dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah, sebagian orang Islam disiksa,
dianiaya, disingkirkan dan diasingkan. Penyiksaan yang dialami hampir seluruh
pengikutnya membuat lahirnya ide berhijrah (pindah) ke Habsyah. Negus, raja Habsyah,
memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari
tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Madinah,
kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.
Hijrah ke Madinah
Di Mekkah terdapat Ka'bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Masyarakat jahiliyah
Arab dari berbagai suku berziarah ke Ka'bah dalam suatu kegiatan tahunan, dan mereka
menjalankan berbagai tradisi keagamaan mereka dalam kunjungan tersebut. Muhammad
mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan
seruannya ialah sekumpulan orang dari Yathrib (dikemudian hari berganti nama menjadi
Madinah). Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang Islam dari Mekkah di suatu
tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka
lalu bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah (Muhammad) dan orang-orang Islam
Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekkah.
Mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul
Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam
pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke
Yathrib. Muhammad akhirnya setuju untuk berhijrah ke kota itu.
Mengetahui bahwa banyak masyarakat Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat
jahiliyah Mekkah berusaha menghalang-halanginya, karena beranggapan bahwa bila
dibiarkan berhijrah ke Yathrib, orang-orang Islam akan mendapat peluang untuk
mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain. Setelah berlangsung selama
kurang lebih dua bulan, masyarakat Islam dari Mekkah pada akhirnya berhasil sampai
dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah atau "Madinatun
Nabi" (kota Nabi).
Di Madinah, pemerintahan (kalifah) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad.
Umat Islam bebas beribadah (shalat) dan bermasyarakat di Madinah. Quraish Makkah
yang mengetahui hal ini kemudian melancarkan beberapa serangan ke Madinah, akan
tetapi semuanya dapat diatasi oleh umat Islam. Satu perjanjian damai kemudian dibuat
dengan pihak Quraish. Walaupun demikian, perjanjian itu kemudian diingkari oleh pihak
Quraish dengan cara menyerang sekutu umat Islam.
Penaklukan Mekkah
Pada tahun ke-8 setelah berhijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke
Makkah dengan pasukan Islam sebanyak 10.000 orang. Penduduk Makkah yang khawatir
kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat
Muhammad kembali pada tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada
http://ekosuwono.wordpress.com/
tahun berikutnya ia kembali maka ia menaklukkan Mekkah secara damai. Muhammad
memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di
sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan
agama Islam di kota Mekkah.
Mukjizat
Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad pun diberikan mukjizat sebelum masa
kenabian dan selama kenabian. Dalam syariat Islam, mukjizat terbesar Muhammad
adalah Al-Qur'an. Selain itu, Muhammad juga diyakini oleh umat Islam pernah
membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi'raj
dalam waktu tidak sampai satu hari. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah
kecerdasannya mengenai ilmu ketauhidan.
Ciri-ciri Muhammad
Ali bin Abi Thalib merincikan ciri-ciri fisik dan penampilan keseharian Muhammad, Ali
berkata, "Nabi Muhammad tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Berpostur
indah di kalangan kaumnya, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus.
Perawakannnya bagus sebagai pria yang tampan. Badannya tidak tambun, wajah tidak
bulat kecil, warna kulitnya putih kemerah-merahan, sepasang matanya hitam, bulu
matanya panjang. Tulang kepalanya dan tulang antara kedua pundaknya besar, bulu
badannya halus memanjang dari pusar sampai dada. Rambutnya sedikit, kedua telapak
tangan dan telapak kakinya tebal.
Apabila berjalan tidak pernah menancapkan kedua telapak kakinya, beliau melangkah
dengan cepat dan pasti. Apabila menoleh, beliau menolehkan wajah dan badannya secara
bersamaan. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan memang beliau adalah
penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling dermawan, paling berlapang dada,
paling jujur ucapannya, paling bertanggung jawab dan paling baik pergaulannya. Siapa
saja yang bergaul dengannya pasti akan menyukainya."
Setiap orang yang bertemu Muhammad pasti akan berkata, "Aku tidak pernah melihat
orang yang sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya." Begitulah Muhammad di
mata khalayak, sebab beliau berakhlah sangat mulia seperti yang digambarkan Al-
Qur’an,
“ "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."(Al-
Qalam: 4) ”
Dalam hadits riwayat Bukhari, Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit
putih. Dikisahkan oleh Ismail bin Abi Khalid, "Aku mendengar Abu Juhaifa berkata,
"Aku melihat sang Nabi dan Al-Hasan bin Ali tampak mirip dia. "Aku berkata pada Abu
Juhaifa, "Coba gambarkan sosok nabi padaku." Dia berkata, "Dia berkulit putih dan
http://ekosuwono.wordpress.com/
jenggotnya hitam dengan uban putih. Dia berjanji membei kami 13 ekor unta betina, tapu
dia terlanjur mati terlebih dahulu sebelum kami menerimanya."
Tentang mencat rambut dengan henna (pewarna rambut berwarna merah). "Sudah jelas
aku melihat Rasulallah mencat rambutnya dengan henna dan itulah sebabnya akupun
mencat rambutku dengan henna."
Pernikahan
Selama hidupnya Muhammad menikahi 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan
pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang
berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat
bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun
meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Muhammad disarankan oleh Khawla binti Hakim, bahwa
sebaiknya ia menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar,
dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad
tercatat menikahi beberapa wanita lagi sehingga mencapai total sebelas orang, dimana
sembilan diantaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.
Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar
perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya
Arab), atau membdrikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk
menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).
Kronologi Kehidupan Muhammad
Tanggal dan lokasi penting dalam hidup Muhammad
569 Meninggalnya ayah, Abdullah
570 Tanggal lahir (perkiraan),
570 20 April: Makkah, Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah
576 Meninggalnya ibu, Aminah
578 Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib
583 Melakukan perjalanan dagang ke Suriah
595 Bertemu dan menikah dengan Khadijah
610 Wahyu pertama turun dan menjadi Nabi: Makkah
613 Menyebarkan Islam kepada umum: Makkah
614 Mendapatkan pengikut: Makkah
615 Hijrah pertama ke Habsyah
616 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad mulai
619 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad selesai
619 Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninngal
620 Isra' dan Mi'raj
621 Bai'at 'Aqabah pertama
622 Bai'at 'Aqabah kedua
http://ekosuwono.wordpress.com/
622 Hijrah ke Madinah
624 Pertempuran Badar
624 Pengusiran Bani Qaynuqa
625 Pertempuran Uhud
625 Pengusiran Bani Nadir
625 Pertempuran Zaturriqa`
626 Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah
627 Pertempuran Khandak
627 Penghancuran Bani Quraizhah
628 Perjanjian Hudaibiyyah
628 Melakukan umrah ke Ka'bah
628 Pertempuran Khaybar
629 Melakukan ibadah haji
629 Pertempuran Mu'tah
630 Pembukaan Kota Makkah
630 Pertempuran Hunain
630 Pertempuran Autas
630 Pendudukan Thaif
631 Menguasai sebagian besar Jazirah Arab
632 Pertempuran Tabuk
632 Haji Wada'
632 Meninggal (8 Juni): Madinah
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad

Comments

Popular posts from this blog

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2013 2014 JAWA TIMUR